Panduan Ibu Bapa Untuk Anak UPSR

Setiap kali sebelum ujian, orang tua biasanya lebih khawatir dibanding anak. Perhatian ini lebih terasa pada sang ibu dibanding pada sang ayah.

Kepala lebih menderu dan khawatir. Ayah biasanya lebih tenang dan terkendali.

Bukan karena tekanan yang kita rasakan dan harapan yang kita berikan pada anak kecil, membuat kita busuk dan melupakan apa yang harus dilakukan dalam waktu dekat.

Salah satu pendekatan kami adalah bahwa anak yang menerima konsekuensinya tidak akan menyadari kinerja ujiannya.

Karena itulah kita sebagai orang tua harus tahu apa yang harus dilakukan agar bisa membantu anak berprestasi dalam ujian.

Setelah ujian yang semakin ketat, artikel ini dirujuk oleh buku teknis motivasi anak – Dr. Tengku Asmadi, saya ingin berbagi dengan orang tua semua tentang peran yang harus dilakukan semua orang tua untuk membantu anak tersebut dalam ujian.

1. Pahami Tekanan yang Dihadapkan oleh Anak

Tak hanya orang tua yang khawatir, anak juga khawatir. Mungkin beberapa dari mereka tidak menunjukkan kepedulian tetapi mereka dapat dilihat dari segi sikap dan perilaku mereka.

Ujian

Ada anak yang lapar dan tidak memiliki selera makan tapi beberapa di antaranya terlalu kuat untuk makan. Beberapa tidak bisa tidur tapi tidur lebih banyak.

Ada yang moody, pemarah, sensitif dan sebagainya. Hal ini sangat ingin menyebabkan perubahan sikap dan perilaku.

Sebagai orang tua, kita harus peka terhadap perubahan ini dan mencoba yang terbaik untuk mengurangi stres dengan cara memahaminya dengan lebih baik.

Katakan dengan jelas, apa yang kita harapkan dari mereka adalah melakukan yang terbaik dengan kemampuan mereka sendiri.

Katakan juga kepada mereka bahwa keunggulan akademis bukanlah satu-satunya persyaratan bagi mereka untuk hidup dengan sangat baik di dunia Tuhan ini.

Banyak orang yang gagal dalam pelajaran tapi bisa hidup bahagia dan sukses dalam olahraga, menyanyi, musik, seni, akting, bisnis dan lain-lain.

Ketika tinggal beberapa hari di depan ujian, hindari meminta mereka untuk menjawab terlalu banyak pertanyaan bahwa solusinya tidak diketahui karena hal ini dapat membuat mereka merasa tidak siap.

Rasa percaya diri cacat dan ini mempengaruhi kinerja saat menanggapi pertanyaan yang mereka kenal.

Lebih baik orang tua tetap diam tanpa memberi komentar saat perasaan anak itu terlalu tertekan sehingga pada titik tertentu ia memberontak dan mengungkapkan perasaannya dengan mengatakan bahwa ia pasti telah gagal.

Lihat saja perilaku seorang anak karena biasanya perasaan bahwa perasaan itu bukan perasaan yang sebenarnya. Dia tidak bermaksud apa-apa dengan kata-katanya. Itu hanya melepaskan perasaan. Itu semua Jadi biarkan anak itu sejenak.

Jangan lupa tinjau keputusan SAPS / SAPS ibu bapa

Kemudian ajak anak melakukan aktivitas seru tanpa harus meninggalkan rumah. Misalnya, luangkan waktu sejenak untuk menonton lelucon langsung. Bersenang-senang dan senang dengan keluarga.

Hal ini bisa meredakan ketegangan pada anak dan ia siap untuk belajar lagi.

Kali ini, menanamkan kepercayaan diri lagi. Rencanakan dengan jadwal mereka dan cobalah untuk menyederhanakan setiap langkah yang ingin Anda ambil.

2. Meningkatkan Keyakinan Anak

Pemeriksaan Diri Sikap percaya diri yang tidak sadar sering menghantui kehidupan anak-anak.

Beberapa dari mereka sudah melakukan review sejak awal tapi masih belum percaya.

Sebagai orang tua, kita perlu tahu bahwa kepercayaan diri berasal dari persiapan. Semakin rela anak kita, semakin dia yakin.

Persiapan ini bukan hanya sekedar membaca, menghafal dan menyiapkan catatan. Persiapan ini harus mencakup aspek penerimaan (input) dan produksi (output) informasi.

Proses mendapatkan informasi meliputi membaca, membuat catatan singkat, menghafal, mengajukan pertanyaan, dan mempelajari teknik untuk menjawab pertanyaan.

Proses penggalian informasi adalah menjawab pertanyaan seperti pelatihan, pelatihan dan simulasi dengan menggunakan semua pengetahuan yang diperoleh dalam proses memperoleh informasi.

Dorong anak untuk menjawab sebanyak mungkin pertanyaan untuk mendapatkan pengalaman. Tingkatkan latihan untuk topik yang lemah atau pertanyaan yang kurang dominan.

Image result for tip peperiksaan upsr

Kemudian ikuti simulasi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tahun lalu serta pertanyaan prediksi sesuai waktu yang ditentukan.

Lakukan proses simulasi ini seolah-olah dia benar-benar berada di papan ujian sebenarnya.

3. Dorong anak secara positif

Orangtua harus selalu memberi harapan kepada anak dengan memberi kata-kata positif. Apakah kata-kata positif?

Kata-kata positif adalah kata-kata yang bila diucapkan menghasilkan gagasan tentang pikiran positif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *