Unsur-Unsur dan Standar di Dalam Laporan Audit atas Laporan Keuangan Komparatif

Standar Laporan Audit atas Laporan Keuangan Komparatif

Membuat sebuah laporan keuangan tiap periode rupanya sangat diperlukan. Hal ini adalah upaya supaya nantinya perusahaan dapat membandingkan tiap laporan yang dibuatnya. Perbandingan laporan keuangan dari satu periode ke periode akan memberikan gambaran tentang kondisi keuangan perusahaan di masa depan, selain itu juga biasanya untuk menghitung berapa pengeluaran dan target pendapatan untuk bulan-bulan berikutnya.

Oleh sebab itu, biasanya dibuatlah laporan keuangan komparatif. Laporan inilah yang digunakan sebagai acuan untuk prediksi kas perusahaan di masa mendatang. Prediksi tersebut bisa berupa perkiraan dalam bentuk presentase, bisa juga dengan nominal yang jelas berupa angka dalam satuan rupiah. Kemudian untuk mengecek apakah ada kekeliruan atau kejanggalan dalam laporan tersebut, maka laporan keuangan komparatif ini pun sebaiknya diaudit oleh auditor profesional.

Unsur-Unsur dan Standar di Dalam Laporan Audit atas Laporan Keuangan Komparatif

Unsur-Unsur dan Standar di Dalam Laporan Audit atas Laporan Keuangan Komparatif
Unsur-Unsur dan Standar di Dalam Laporan Audit atas Laporan Keuangan Komparatif

Penyusunan laporan audit atas laporan keuangan komparatif biasanya harus mencangkup standar-standar tertentu. Standar ini sudah ditentukan supaya bentuk laporannya mudah dibaca dan dimengerti. Misalnya, laporan audit tersebut apakah sudah mengandung pernyataan yang menjelaskan bahwa laporan keuangan sudah disusun dengan baik dan sesuai prinsip akuntasi yang diterapkan di Indonesia. Kemudian harus pula menyatakan ada dan tidaknya konsistensi dalam penerapan prinsip akuntansi pada laporan keuangan komparatif tersebut. Konsistensi yang diperhatikan meliputi laporan keuangan tiap periode berjalan, kemudian diperbandingan dengan prinsip akuntansi yang diterapkan dalam laporan di periode sebelumnya.

Hal-hal yang dapat berubah dikarenakan perubahan prinsip akuntansi biasanya terdiri dari prinsip itu sendiri, metode penerapannya, perubahan entitas atau pihak yang melaporkan tersebut, serta adanya perubahan prinsip yang tetap digunakan meskipun ada perubahan estimasi. Namun, konsistensi tersebut tidak berpengaruh ketika prinsip akuntansi diubah tapi estimasi tetap.

Adanya kesalahan yang dikoreksi tapi tidak melibatkan prinsip apa pun juga tak mempengaruhi konsistensi. Selain itu, klasifikasi maupun reklasifikasi tampaknya tak cukup berpengaruh pada konsistensi. Bahkan ketika ada pelepasan anak perusahaan dan kondisi di dalam bisnis Anda harus berubah juga tak memberi pengaruh terhadap konsistensi laporan. Termasuk yang paling ditakutkan adalah terjadi bencana alam yang mengakibatkan bisnis mengalami beberapa kendala.

Selain itu, untuk membuat laporan audit yang benar dan baik, laporan keuangan yang diaudit pun harus memadai serta dapat dimengerti atau dibaca dengan jelas oleh auditor. Hal inilah yang mendasari mengapa laporan keuangan harus dibuat sesuai kaidah akuntansi umum di Indonesia.

Standar lainnya yang perlu diperhatikan ketika membuat laporan audit atas laporan keuangan komparatif ialah laporan tersebut harus mengandung atau memuat pernyataan tentang laporan keuangan keseluruhan. Apabila pendapat keseluruhan tak bisa diberikan atau dicantumkan pada laporan, auditor perlu memberi pernyataan serta alasan yang jelas. Bukan hanya itu, sebaiknya auditor pun memberikan penjelasan mengenai tanggung jawabnya. Jangan sampai nanti auditor mendapat masalah karena tak mencantumkan ruang lingkup yang jadi tanggung jawabnya secara jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *